Ma'ruf Amin perisai Jokowi menghadapi Black Campaign [EPISODE 4]

Pemilihan Presiden Republik Indonesia akan segera dilaksanakan tahun depan 2019, kandidat Presiden dan Wakil Presiden pun sudah muncul 2 pasangan yakni Jokowi - Ma'ruf Amin dan Prabowo - Sandi.

pilpres-2019-maruf-amin-perisai-jokowi

Ada yang berbeda dari pemilu tahun ini dengan pemilu tahun 2014. Dimana kala itu pemilu diadakaan 2 tahap yakni pemilihan legislatif (Pileg) terlebih dahulu baru kemudan pemilihan Presiden (Pilpres).

Namun tahun 2019 kedepan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden akan diadakan serentak. Selain itu durasi kampanye pun diperpanjang dari durasi sebelumnya 31 hari menjadi 202 hari, hal ini wajar terjadi karena pada tahun 2014 kandidat capres dan cawapres muncul sesaat setelah hasil pemilihan legislatif didapatkan, sedangkan jeda antara Pileg dan Pilpres hanya 3 bulan saja.

Membahas tentang kampanye, tentu ingatan kita masih segar apa yang terjadi pada pemilihan Gubernur Jakarta dimana terdapat isu adanya keterlibatan agama dalam suatu black campaign yang bertujuan untuk menjatuhkan lawan Pilkada. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara mayoritas penduduk Islam dimana komoditas tersebut bisa dikatakan sasaran empuk bagi tim sukses untuk menggiring opini publik demi kepentingan kelompok tertentu.

Nah hal itu juga yang dikhawatirkan yang menjadi alasan dimana ditunjuknya Ma'ruf Amin untuk mendampingi Jokowi. Seolah Jokowi tidak ingin bernasib sama seperti Basuki, beliau berusaha menggandeng seorang petinggi dari kaum mayoritas Indonesia yakni Nahdlatul Ulama (NU).

 Terlebih lagi Jokowi sering diserang black campaign dimana dia sering dikaitkan tidak terlalu pro dengan agama Islam. Penunjukan Ma'ruf Amin disini bisa dikatan strategi yang brilian dari koalisi Jokowi untuk memuluskan langkahnya menjabat 2 periode.

Ma'ruf Amin sebagai perisai Black Campaign

Bisa dikatakan bahwa petinggi MUI tersebut sebagai perisai/tameng untuk Jokowi dalam menghadapi kampanye hitam yang akan menyerangnya. Kiai Ma'ruf dapat menutupi isu agama dengan mudah mengingat beliau merupakan tokoh yang paling di segani di lingkungan Islam di Indonesia.

Selain itu, kelompok 212 yang berhasil menggiring Basuki ke penjara juga sangat menaruh hormat yang begitu tinggi pada beliau. Wajar saja jika tidak akan ada celah bagi pihak tertentu untuk menjatuhkan Jokowi lewat jalur agama.

Pendapat Muslim terkait Ma'ruf Amin sebagai perisai Jokowi

Ada yang mendukung setuju ada yang tidak. Dari aspek setuju terdapat argumen bahwa jika memang nanti Jokowi-Ma'ruf Amin terpilih maka akan ada pemimpin yang Islami dan dipastikan amanah. Dari pihak yang kurang setuju berargumen bahwa sangat disayangkan bahwa agama harus dijadikan senjata / perisai politik. Secara kualitas dan kapabilitas memang Ma'ruf Amin tidak diragukan, namun jika hanya dijadikan sebagai senjata / perisai maka itu akan melukai hati muslim Indonesia.

Namun kembali lagi pilihan pada tanggal 17 April 2019 tetap ditangan anda semua, ayo jangan sampai lupa datang ke TPS. Indonesia pantang Golput.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Ma'ruf Amin perisai Jokowi menghadapi Black Campaign [EPISODE 4]"

Post a Comment

Bagikan informasi ke teman anda yang membutuhkan.
Silahkan berikan komentar dengan bahasa yang baik dan tidak mengandung SARA
Terimakasih :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel