Penggunaan KJP yang salah kaprah oleh penduduk Jakarta

Program Kartu Jakarta Pinter sejatinya ditujukan kepada penduduk Jakarta yang bestatus kurang mampu untuk mengenyam pendidikan hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Program ini merupakan program yang dibuat semasa Gubernur Jakarta diduduki oleh bapak Jokowi Widodo dan diteruskan oleh wakilnya Ahok Basuki.

Seperti hal yang diungkapkan di website resmi KJP. Dana KJP yang dicairkan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk siswa dalam mengenyam pendidikan. Kebutuhan dasar tersebut meliputi seragam sekolah, tas, sepatu, buku, makan, biaya ekstrakuler, dan biaya transportasi (apabila membutuhkan angkot untuk berangkat sekolah).

sebelum masuk ke pembahasan pertama, silahkan klik tombol ikuti untuk mendapatkan update artikel dari esonsehat.info



Namun benarkah dana KJP sudah digunakan sebagaimana semestinya? Apakah tepat sasaran?

Mengutip dari harian kompas pada tanggal 8 desember 2017 disalah satu artikel yang berjudul "Dulu KJP Lancar, Sekerang Kok Macet, Ya?"

Dalam artikel tertulis hasil wawancara dengan salah satu nara sumber yakni salah satu wali murid yang mendapatkan dana KJP. Beliau mengeluhkan yang hanya mendapatkan 80.000 dari KJP padahal biasanya yang ia dapatkan sebesar 100.000. Kemuudian beliau berujar seperti ini. "Akhirnya saya pakai buat beli beras sama telur saja, enggak cukup buat beli daging. Biasanya mah beli".

Hal senada juga kami temukan di harian Merdeka yang berjudul "[SALAH SASARAN] Pemprov DKI: Ada KJP untuk beli Handphone dan Emas".

Kepala Dinas Pendidikan DKI menyampaikan bahwa adanya penyalahgunaan dalam penggunaan dana KJP, banyak yang digunakan untuk belanja untuk keperluan nonpendidikan seperti beli baju mahal di mall-mall, karaoke, beli HP, dan bahkan beli emas.

Kalau sudah begini tanggung jawab siapa? Pemerintah? Sebagaimana yang telah dituliskan di website resmi KJP, disana terdapat alur yang mengedukasi kepada seluruh penerima KJP. Semua dijelaskan secara gamblang apa yang akan kita dapat dan untuk apa dana yang kita dapat. Sekali lagi untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan, bukan untuk beli daging, karaoke, dan foya-foya.

Jangan sampai karena ulah beberapa oknum yang salah menggunakan KJP mengakibatkan diberhentikannya program KJP. Perlu di ingat, masih banyak penduduk Jakarta yang memang benar-benar berhak mendapatkan KJP. 


<--- Puaskah anda dengan artikel ini? --->
<--- jika tidak puas, tolong tulis komentar di kotak bawah atau kirim saran disini, terimakasih. --->

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Penggunaan KJP yang salah kaprah oleh penduduk Jakarta"

Post a Comment

Bagikan informasi ke teman anda yang membutuhkan.
Silahkan berikan komentar dengan bahasa yang baik dan tidak mengandung SARA
Terimakasih :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel